Senin, 20 Juni 2011

Pesona Sanggul Modifikasi

PRAKTIS dan gaya. Kedua tuntutan mobilitas itulah yang nampaknya akan menjadi dasar tren rambut gaya sanggul tahun 2011.

Menurut pakar rambut Andiyanto, sebenarnya tren rambut ini sudah nampak sejak pengujung tahun 2007 lalu. Namun baru di permulaan tahun ini para wanita mulai melirik gaya rambut sanggul yang berkesan simpel.

"Wanita sekarang inginnya yang praktis-praktis. Makanya ketika ada acara pesta sekalipun, mereka inginnya tampil cantik namun tidak terlalu merepotkan," kata Andiyanto.

Andiyanto menjelaskan kata "simpel" di sini adalah rambutnya tidak terlalu rumit, tapi bentuknya jelas. Dan sebagai contohnya, Andiyanto pun memperlihatkan bentukan-bentukan sanggul dengan model simpel, yang dipakai para peragawati yang sedang unjuk koleksi busana Anne Avantie.

"Sanggul-sanggul tersebut adalah modifikasi dari tren rambut tahun 1930-an. Sanggulnya diletakkan agak ke atas dengan model kepang-kepang besar. Serasi dengan koleksi busana Mbak Anne Avantie," kata Andiyanto.

Menurut Andiyanto, keistimewaan dari model seperti ini adalah desainnya atau tingginya disesuaikan dengan wajah. Hal ini berguna untuk memberikan kesan serasi dan tidak berlebihan.

"Model sanggulnya berkesan sederhana, tetapi bisa mematutkan dengan bajunya yang glamor," tambah Andiyanto.

Untuk berekperimen dengan model sanggul seperti ini, Andiyanto menyarankan tidak perlu memakai rambut asli, tetapi cukup dengan tambahan rambut alias rambut palsu. Rambut palsu tersebut kemudian disatukan dengan rambut asli agar memberi kesan lebih natural.

"Kalau mengandalkan rambut asli saja, maka hasilnya juga tidak maksimal. Iya kalau rambutnya panjang dan tebal. Makanya dengan rambut tambahan bisa memberikan penampilan seseorang lebih cantik dan menawan," jelasnya.

Mengenai perlu tidaknya aksesori pada rambut, Andiyanto mengaku perlu selama busana yang dikenakan tidak terlalu ramai. Tetapi, kalau bajunya sudah ramai dengan hiasan busana macam batu-batuan, kristal swarovski, dan payet-payet, maka Andiyanto justru melarang.

"Untuk aksesori yang biasa dipakai sebagai pemanis rambut, seperti bunga, sirkam, dan tusukan-tusukan. Aksesori ini bisa dipakai selama bajunya tidak terlalu ramai," pungkas Andiyanto.

Sumber : Okezone